

Kisah Asal (Origin Story)
Dari Lereng Gunung Guntur, Secangkir Cerita Dimulai
Di ketinggian 2.249 mdpl, Gunung Guntur menjadi salah satu tanah terbaik di Jawa Barat untuk menumbuhkan kopi arabika. Udara pegunungan yang sejuk, tanah vulkanik yang subur, dan kabut yang setia menyapa setiap pagi menciptakan lingkungan yang sempurna bagi setiap pohon kopi.
Di sanalah kami bertemu Kang Opan, seorang petani kopi yang merawat setiap pohon dengan penuh kesabaran. Mulai dari menjaga tanaman dari hama, memberikan nutrisi terbaik, hingga melakukan peremajaan pohon agar setiap musim panen menghadirkan buah kopi dengan kualitas terbaik. Ketika buah telah mencapai kematangan sempurna, hanya ceri merah pilihan yang dipetik satu per satu.
Perjalanan kopi belum berhenti di kebun.Bersama tim prosesor Nolasa, buah kopi tersebut diolah menggunakan Wine Process, lalu dijemur perlahan dengan metode Slow Drying. Proses yang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran ini menghadirkan karakter rasa yang tidak bisa dipercepat.
Hasilnya adalah secangkir kopi dengan acidity yang cerah dan menyegarkan, dipenuhi nuansa berry yang manis, aroma yang kompleks, serta funky body yang khas dan berkesan di setiap tegukan.
Kopi ini paling nikmat diseduh menggunakan metode filter coffee seperti V60, Origami, Flat Bottom Dripper, maupun metode seduh manual lainnya. Setiap seduhan membuka lapisan rasa yang berbeda, mengajakmu menikmati perjalanan dari kebun hingga ke cangkir.
Karena secangkir kopi yang istimewa bukan hanya tentang rasa, tetapi tentang tangan-tangan yang merawatnya, proses yang menjaganya, dan cerita yang hidup di setiap bijinya.
Nolasa Coffee Roastery — From the hands of local farmers, crafted to inspire every cup.
Catatan Rasa (Flavor Notes)
Rekomendasi Penyeduhan
Diseduh paling optimal menggunakan metode Filter Coffee (V60, Origami, Flat Bottom, Clever Dripper) untuk meningkatkan kompleksitas rasa
Rekomendasi Kopi Lainnya



